BERITA PROPERTI
Informasi Terkini Seputar Bisnis Properti
3 Hal Penting Yang Harus Di Perhatikan Dalam Penerapan Konsep Smart City

 

Smart city menjadi salah satu konsep perkotaan masa depan yang kerap menjadi perbincangan banyak pihak. Indonesia saat ini sedang menjadi target penerapan konsep smart city yang dikembangkan perusahaan teknologi ternama.
 

Smart city bertujuan supaya kota tersebut lebih tertata. jadi seharusnya kalau smart city diterapkan maka penggunaan listrik, air dan sumber daya lainnya bakalan lebih mudah dikontrol supaya lebih efektif dan tidak terbuang-buang percuma.

Pendukung lain yang diperlukan sebuah kota dalam perubahan menjadi kota pintar ialah infrastruktur yang mumpuni. Bagiamanapun smart city merupakan gabungan antara teknologi, komunikasi dan infrastruktur yang memadai demi melahirkan kemudahan dan penghematan bagi masyarakat.

 

sebelum menerapkan konsep smart city ada beberapa hal yang harus dilakukan supaya penerapan konsep kota masa depan tersebut bisa berjalan optimal. Sebuah kota bisa dikatakan menyandang predikat cerdas bila memenuhi tiga unsur utama yakni densitydiversity, dan proximity.

Density atau densitas menyangkut memaksimalkan ruang yang ada. Pengembangan perkotaan harus berbasis pada penggunaan ruang yang maksimal, namun memanfaatkan lahan secara minimal.

Dalam hal ini, pembangunan harus ke atas atau vertikal. Baik hunian, perkantoran, maupun ruang komersial. Sebagai contoh Jakarta densitasnya rendah. Karena hanya diisi oleh 15.000-an jiwa per kilometer persegi. Sementara ruang Jakarta masih begitu luas.

Sedangkan diversity atau diversitas terkait dengan keanekaragaman. Dalam hal ini, pengembangan perkotaan harus mampu mengakomodasi kepentingan dan keperluan  masyarakat yang beraneka, mulai dari sosial, ekonomi, budaya, suku, agama, profesi, golongan, dan lain sebagainya.

Faktor selanjutnya adalah proximity atau kedekatan. Proximity sangat penting karena berpotensi mengurai kepadatan lalu lintas, dan menjadi salah satu solusi menghindari kemacetan.

Tiga hal tersebut dapat diwujudkan dalam pengembangan properti berkonsep multifungsi atau mixed use.

"Mixed use adalah masa depan properti, dan masa depan perkotaan padat, macet, dan semrawut seperti Jakarta, dan Bandung..

Pengembangan terintegrasi memungkinkan penghuni beraktivitas, dalam sebuah kawasan secara efektif, dan efisien. Mereka tidak perlu menggunakan kendaraan hanya untuk makan, minum, atau belanja kebutuhan sehari-hari.

Karena dekat dengan tempat yang dimaksud, bensin tidak terbakar, ongkos transportasi tak jadi dikeluarkan, atau tenaga tak banyak berkurang.

Pengembangan multifungsi menyaratkan integrasi antar-jenis dan fungsi properti. Dia juga harus terkoneksi dengan transportasi publik, dan juga akses-akses terhadap fasilitas umum, dan sosial lainnya.

Itu dia 3 hal penting yang harus di perhatikan dalam penerapan konsep smart city nantikan info seputar properti di Panangian School Of Property lainnya.
 

 

Sumber Gambar : Google

 

Baca Juga :

Pemerintah Berencana Membuat Bank Tanah di Tahun 2017 Demi Menjamin Kepastian Hukum

9 Tanda-Tanda Anda Harus Mengajukan KPR Dan Memiliki Hunian Idaman Anda