BERITA PROPERTI
Informasi Terkini Seputar Bisnis Properti
MBR Dimudahkan Membeli Rumah, Dengan Adanya Pengembang Sebagai Penjamin.

Program rumah bersubsidi yang digagaskan  oleh Pemerintah yang difokuskan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Namun sayangnya, tidak semua MBR bisa memanfaatkannya dengan mudah.

Harga rumah bersubsidi dibatasi pada Rp120 Juta hingga Rp140 Juta, dan itu tergantung dari golongan daerahnya. Dan uang muka ditetapkan 5 persen saja. Sementara , cicilan tetap hingga kredit berakhir.

Akan tetapi, kebijakan tersebut mensyaratkan adanya slip gaji. Hal ini jadi masalah untuk para pekerja informal misalnya pedagang makanan atau kaki lima.
Karena itu sejumlah pengembang juga menjadi avalis alias penjamin untuk mempercepat penyediaan rumah bagi MBR.

Pemilik PT Kokoh Anugerah Nusantara (KAN) Kan Eddy mengatakan bahwa langkah pengembang sebagai avalis dapat mempercepat kepemilikan rumah untuk MBR sektor informal. Oleh karena itu, selama ini beberapa calon pembeli rumah MBR dianggap tak bankable.

"Makanya perbankan tidak berani memberikan kredit kepemilikan rumah (KPR) dan ini menjadi kendala target capaian rumah MBR sepanjang 2016," tuturnya, baru-baru ini.
PT Kan telah memberikan sejumlah deposito di bank. Sehingga ketika ada kredit macet, BTN dapat langsung mengambil uang tersebut dari simpanan deposito.

"Jadi nanti kalau sampai enam bulan yang bersangkutan tak membayar kredit ke bank, kami akan melakukan buy back atau biasa disebut pembelian kembali atas unit rumah tersebut," ujar Eddy.

Direktur Eksekutif Panangian School Of Property (PSP) Panangian Simanungkalit menuturkan, tingginya angka backlog yang terjadi pada perumahan yang saat ini mencapai 15 juta unit disebabkan banyaknya calon pembeli yang tidak bankable. Itu sebabnya pengembang dan perbankan tidak berani memberikan KPR.

Hal ini menjadi kendala yang menghadang target penyediaan rumah bagi masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah. Selama belum ada solusi atas kendala ini, angka backlog perumahan akan tetap tinggi. "Ini yang harus dipecahkan dulu biar ada kesempatan bagi mereka untuk memperoleh hak rumah melalui pengajuan KPR," ungkap Panangian Simanungkalit.

"Memang harus kita akui kalau masih banyak dari masyarakat kita yang belum bankable. Padahal sebetulnya mereka mampu untuk membayar angsurannya. Ini merupakan kesempatan yang bagus sepanjang tahun ini untuk mengejar kebutuhan rumah di Indonesia"

Sumber : Okezone


Baca Juga :

Mau Investasi Kios? Cek Dulu Kelebihan Dan Kekurangan Berinvestasi Kios Berikut.

Di Tahun 2017 Ini Pengembang Harus Ubah Strategi Penjualan Ini, Alasannya

Apakah "Holding" BUMN Perumahan Dapat Pecahkan Masalah "Backlog"? ini jawabannya.