BERITA PROPERTI
Informasi Terkini Seputar Bisnis Properti
Investasi Properti Apa Sih Yang Terus Hidup Dan Tak ada matinya?, Ini Jawabannya

 

Meski sudah banyak konsep small office home office (SOHO) mulai menjamur di ibukota, bukan berarti properti komersial yang tradisional akan ditinggalkan. Justru malah makin banyak konsumen yang tetap menjatuhkan pilihan ke rumah kantor (rukan) atau rumah toko (ruko). Segmen properti satu yang satu ini tumbuh subur seiring menjamurnya usaha kecil.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghada, mengatakan jumlah pasokan rukan dan ruko lebih berlimpah ketimbang SOHO. dan Lokasinya pun banyak tersebar di berbagai tempat tidak hanya di pusat kota tetapi juga di banyak tersebar di daerah pinggiran.

 Hal ini wajar mengingat bahwa pemain bisnisnya juga beragam mulai developer kecil hingga developer besar. "dan Jumlahnyapun sangat banyak," kata Ali Tranghada

Di karenakan permintaan yang tinggi menjadi pertimbangan mengapa pengembang tetap menjatuhkan pilihan pada rukan atau ruko sebagai portofolio bisnisnya.

rukan dan ruko masih laku di pasaran. dikarenakan sebagian besar masyarakat Indonesia masih banyak yang ingin memiliki sertifikat tanah. Sebagai perbandingan, SOHO layaknya apartemen jelas tidak memiliki pijakan tanah. Itu jelas berbeda dengan rukan dan ruko. 

pertimbangan konsumen membeli ruko dikarena memperhitungkan potensi pasar dari wilayah itu. Bila kawasan sudah ramai maka akan langsung memutuskan membeli ruko atau rukan.

Selain itu pertimbangan lain nya ruko dan rukan bisa kita jual atau kita sewa, properti ruko dan rukan juga layak menjadi portofolio investasi. Karena kenaikan harga ruko selama ini lebih tinggi ketimbang harga rumah residensial. "Harga ruko bisa naik hingga 50% setahun. Sedangkan residensial hingga 25% setahun.

Erwin Karya, Associate Director Ray White Project mengatakan permintaan ruko baru pasti selalu habis terjual. karena rasio jumlah ruko dan residensial minimal 1:8. Biasanya ruko baru berada di pinggiran Jakarta seperti Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang, Cikarang, Karawang. 

Adapun ruko bekas yang banyak terdapat di Jakarta. seperti Kelapa Gading, Sunter, Panglima Polim, Fatmawati, Kebon Jeruk. Namun ada juga wilayah yang permintaan ruko yang sudah jenuh seperti daerah Kota, Mangga Besar atau Glodok.

 

Rata-rata kenaikan harga ruko di Jakarta hanya sekitar 15%-20%. Bila ruko akan disewakan, maka  hasilnya rata-rata hingga 2% sampai 5% saja per tahunnya. "Properti jenis ruko ini tidak ada matinya. Tren bisnis dan investasinya terus tumbuh," jelas Erwin.

Adapun prospek investasi rukan tak beda jauh dengan ruko. Hanya fungsinya lebih banyak digunakan untuk aktivitas perkantoran.

Nah itu dia Investasi properti yang tak pernah mati dan terus menjamur di ibukota nantikan info seputar properti dari Panangian School Of Property lainnya.

 

Sumber Gambar : Google

 

Baca Juga :

Kementerian PUPR Salurkan Bantuan PSU Untuk Rumah Bersubsidi Dan Siap Dikucurkan Awal Tahun 2017

3 Hal Penting Yang Harus Di Perhatikan Dalam Penerapan Konsep Smart City

Perlukah Belajar Properti Sebelum Jadi Developer?. Ini Jawabannya