BERITA PROPERTI
Informasi Terkini Seputar Bisnis Properti
Kebijakan BTN Untuk Para Pekerja Informal, Akan Dapat Mengajukan KPR.

Bank Tabungan Negara atau biasa di singkat BTN (persero) akhir Februari 2017 mulai menyalurkan kredit mikro perumahan untuk para pekerja sektor informal.

Fasilitas tersebut diterapkan dikarenakan para pekerja informal belum tersentuh oleh program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang selama ini hanya menargetkan masyarakat pekerja formal yang memiliki pendapatan tetap dan memiliki slip gaji.

Direktur Utama BTN Maryono di Kantor Wakil Presiden di Jakarta, beberapa waktu lalu mengatakan "Kita akan launching kurang lebih pada akhir Februari ini, yang dikhususkan kepada MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) yang punya penghasilan tetapi tidak tetap ujarnya.  

Dirut BTN Maryono juga mengatakan pihaknya juga mengestimasi adanya 6,3 juta pekerja sektor informal untuk program KPR tersebut. BTN juga menetapkan beberapa kriteria bagi calon debitur diantaranya agar membuka rekening tabungan terlebih dahulu selama tiga bulan untuk bisa melihat  aliran uang mereka yang bekerja di sektor informal.

hal tersebut dilakukan untuk menekan adanya kredit bermasalah. BTN akan berencana, meluncurkan produk KPR mikro di beberapa kota pada 24 Februari 2017 diantara nya Semarang, Jawa Tengah. Program ini ditujukan untuk segmen masyarakat berpendapatan tidak tetap, contohnya  komunitas pedagang kecil, nelayan, dan petani.

Menteri BUMN Rini Soemarno juga sebelumnya meminta BTN lebih agresif membantu pemerintah mengatasi backlog perumahan atau kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dan jumlah rumah yang dibutuhkan masyarakat.

"BTN termasuk salah satu bank BUMN yang sangat penting dikarena membantu penyediaan rumah untuk seluruh masyarakat Indonesia yang membutuhkan rumah, yang saat ini masih 13 juta rumah yang 'backlog'," ujar Rini dalam acara peringatan HUT ke-67 BTN, beberapa waktu yang lalu.

Dalam menanggapi hal itu, pengamat properti sekaligus direktur Eksekutif Panangian School Of Properti (PSP) Panangian Simanungkalit mengatakan kebijakan tersebut sudah lama dinantikan karena sekitar 60% pekerja di Indonesia bekerja pada sektor informal.

"Ini jelas sangat positif untuk sektor properti menengah ke bawah. Banyak para pekerja informal yang sebenarnya mempunyai daya beli dan penghasilan yang bagus tetapi sulit membeli rumah dikarena tidak mempunyai slip gaji untuk mengajukan KPR," jelasnya.

Panangian Simanungkalit juga mengatakan pemerintah juga harus memiliki peran yang lebih besar, khususnya dalam hal pendanaan untuk mendukung pelaksanaan KPR mikro tersebut.

"Khususnya pemda juga harusnya bisa menyertakan dana untuk bank pembangunan daerah (BPD) agar bisa ikut menyalurkan KPR mikro."

Bila penyaluran KPR mikro oleh BTN sukses, menurutnya, tidak menutup kemungkinan akan diikuti perbankan lain untuk turut serta dalam penyaluran KPR mikro.

"Jadi saya sangat mengapresiasi pihak BTN yang sudah mulai berani memulai program ini. Melalui program ini jelas diharapkan akan semakin banyak masyarakat yang bekerja di sektor informal untuk dapat bisa memiliki rumah, dan tidak terhambat seperti selama ini." Ujar nya.


Sumber : Metro News

 

Baca Juga :

Pada Tahun 2017 Penjualan Properti Ditargetkan Naik Hingga 30 Persen

MBR Dimudahkan Membeli Rumah, Dengan Adanya Pengembang Sebagai Penjamin.

Mau Investasi Kios? Cek Dulu Kelebihan Dan Kekurangan Berinvestasi Kios Berikut.