BERITA PROPERTI
Informasi Terkini Seputar Bisnis Properti
Lima Tata Krama Melayani Konsumen

Dalam menjual produk apapun, termasuk properti, seorang tenaga penjual mesti menghargai konsumennya. Berikut ini tips terkait hal tersebut.
 
Oleh Andrew Ardianto
Presiden Direktur John Robert Powers Indonesia
 
Perlakukan mereka bukan sebagai konsumen
 
Konsumen itu teman kerja, bukan sekadar pembeli produk Anda. Salah satu kegagalan terbesar seorang penjual adalah karena menganggap mereka hanya bertransaksi dengan Anda. Padahal, jika mereka merasa puas sudah bertransaksi dengan Anda, mereka tidak segan-segan mereferensikan Anda kepada orang-orang yang mereka kenal.
 
Konsumen adalah raja
 
Benar! Tetapi, raja juga manusia yang tentunya tidak luput dari kesalahan. Saat Anda harus memperlakukan konsumen seperti raja, miliki pengertian bawah jika raja melakukan kesalahan diperlukan sebuah keterampilan berkomunikasi yang tepat sehingga tidak menyinggung perasaannya.
 
Senyum tak selalu menyelesaikan segalanya
 
Tidak semua konsumen yang kita temui sedang dalam situasi senang. Ada kalanya kita harus berhadapan dengan konsumen yang mengajukan keluhan atau komplain. Karena itu, Anda harus siap menanggapinya dengan tepat. Bayangkan, apabila mereka sedang mengajukan keluhan dan Anda menghadapinya dengan senyum-senyum, akibatnya fatal bukan?
 
Konsumen juga manusia
 
Konsumen bukan robot. Apa bedanya manusia dengan robot? Robot hanya perlu diberi program standar, lalu beroperasi sesuai urutan perintah yang diterimanya. Tapi, sadarkah bahwa banyak penjual memperlakukan konsumennya seperti robot melalui serangkaian daftar pertanyaan atau frequently asked questions yang pada akhirnya menjadi klise karena tidak menjawab kebutuhan konsumen. Daftar pertanyaan tersebut hanyalah sebagai panduan, bukan daftar pertanyaan baku.
 
Gunakan bahasa yang sopan
 
Bila ingin menggunakan bahasa gaul, jangan terburu-buru menggunakannya sebelum mengenal konsumen Anda dengan baik. Sebagai contoh, gunakan kata “saya” untuk mengacu pada diri sendiri, bukan “aku”. Penggunaan bahasa yang tepat akan menggambarkan profesionalisme kerja seseorang di hadapan orang lain.