BERITA PROPERTI
Informasi Terkini Seputar Bisnis Properti
Tingginya Ruang kosong Perkantoran Di DKI Menguntungkan Banyak Penyewa, Ini Alasannya

 

situasi pasar perkantoran di wilayah DKI Jakarta saat ini Sangat menguntungkan pihak penyewa dikarena jumlah pasokan ruang perkantoran diperkirakan akan terus bertambah dan semakin banyak di ibu kota.

Tidak seimbangnya antara pasokan dengan permintaan membuat ruang kosong sektor perkantoran terutama di CBD masih berlanjut sampai 2020, diperkirakan ruang kosong di sektor perkantoran rata-rata berkisar 20 persen seiring dengan terus bertambahnya pasokan ruang kantor baru, di CBD (central business district) dan di luar CBD seperti koridor Simatupang.

banyak pembangunan sektor perkantoran yang masih berjalan akan membuat bertambahnya jumlah pasokan untuk tahun-tahun mendatang saat proyek tersebut rampung, sedangkan penyerapan masih rendah.

Kondisi demikian membuat pengelola perkantoran terutama grade A harus mengoreksi harga sewa sebagai upaya menarik penyewa baru serta mempertahankan Penyewa yang sudah ada agar jangan sampai pindah.

Tingginya ruang kosong perkantoran juga dipengaruhi banyaknya pembangunan CBD baru di luar Jakarta. Sehingga membuat sejumlah Penyewa Menjadi pindah ke lokasi-lokasi di luar Jakarta, terutama perusahaan-perusahaan minyak, pertambangan, dan industri. Sedangkan untuk perusahaan keuangan seperti perbankan dan asuransi tetap memilih lokasi di CBD.

"Situasi pasar seperti ini membuat penyewa dapat berpindah ke bangunan gedung perkantoran baru dengan jumlah biaya sewa yang sama atau bahkan lebih murah," dikatakan Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa 1 november 2016

meski selama kuartal III di 2016 tidak ada gedung perkantoran baru di area CBD atau sentra bisnis Jakarta, direncanakan bakal ada tambahan ruang kantor total sebanyak 350.919 meter persegi pada kuartal IV di 2016.

dan dalam kuartal terakhir juga ditemukan rata-rata tingkat biaya sewa ruang perkantoran di CBD mengalami penurunan 3,6% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Fenomena tersebut, yaitu penurunan harga tingkat biaya sewa, juga diperkirakan masih akan terjadi pada masa yang mendatang. Penurunan itu juga tercatat di area di luar CBD seperti area perkantoran yang terdapat di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.
 


Sumber Gambar : Google